Pemerintah Kuba mengubah bekas pabrik senjata biologis AS di wilayah Guanahacabibes menjadi Hotel Zombie, resor mewah bernuansa post-apokaliptik senilai $320 juta. Proyek ini, hasil kerja sama dengan grup hotel Spanyol Meliá Hotels, resmi dibuka pada Maret 2024. “Kami daur ulang sejarah kelam jadi atraksi unik,” tegas Menteri Pariwisata Kuba, Juan Carlos García Granda.

Transformasi Pabrik Jadi Resort

Tim insinyur Kuba bersihkan 20 hektar lahan terkontaminasi menggunakan teknologi BioDecon dari Jerman, yang netralkan patogen sisa percobaan 1960-an. Mereka pertahankan struktur bunker beton sebagai desain utama, tambahkan aksesori seperti tangki besi berkarat dan labirin bawah tanah. Ruang uji coba virus kini jadi suite mewah dengan harga $1.500/malam, dilengkapi pajang tabung reaksi neon sebagai lampu dekorasi.

Teknologi dan Atraksi Kontroversial

Hotel ini tawarkan pengalaman “Zombie Survival Simulation” menggunakan robot humanoid berkostum zombie dan efek kabut sintetis. Sensor AI di lantai pantau detak jantung tamu, otomatis hentikan permainan jika stres melebihi 120 bpm. “Kami juga sediakan tur sejarah dengan hologram narasi bekas ilmuwan pabrik,” tambah manajer resort, Ana López.

Protes dan Isu Etika

Kelompok korban selamat eksperimen AS tahun 1960-an menggugat penggunaan situs tersebut. “Ini penghinaan bagi penderitaan kami!” protes María González, ketua asosiasi Victimas de Guanahacabibes. Aktivis lingkungan juga soroti risiko kebocoran limbah biologis, meski pihak hotel klaim telah lulus uji WHO.

Dampak Ekonomi & Rencana Masa Depan

Proyek ini serap 800 tenaga kerja lokal dan targetkan kunjungan 50.000 turis/tahun. Kuba rencanakan ekspansi dengan bangun Museum Senjata Biologis di samping hotel, meski menuai kecaman dari pemerintah AS. “Kami tak mau masa lalu jadi komoditas hiburan,” sindir Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield.