Pemerintah Moldova meluncurkan program “e-Residency NFT” pada September 2024, menjadikannya negara pertama yang menerbitkan paspor digital berbasis blockchain. Kementerian Transformasi Digital Moldova bekerja sama dengan perusahaan blockchain lokal ChainMoldova menciptakan 10.000 paspor NFT di jaringan Polygon. Setiap NFT memuat desain generatif yang memadukan ornamen tradisional Moldovan dengan landmark seperti Biara Căpriana. “Ini terobosan untuk menarik investor global dan komunitas kripto,” tegas Menteri Digital Moldova, Alexei Ceban.
ChainMoldova mengintegrasikan fitur Smart Citizenship, di mana pemilik NFT bisa akses layanan e-residensi, termasuk pembukaan rekening bank virtual dan hak voting dalam proyek digital pemerintah. Paspor ini terjual seharga 1 ETH (≈$3.000) per unit, dengan 30% pendapatan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur 5G pedesaan. Dalam dua bulan, 4.200 unit ludes terjual ke kolektor AS, Jepang, dan Uni Emirat Arab.
Namun, Uni Eropa keluarkan peringatan risiko pencucian uang melalui mekanisme kepemilikan anonim. Kelompok aktivis Digital Rights Watch protes: “NFT ini bisa jadi alat elit untuk jual beli kewarganegaraan!” Pemerintah Moldova tanggapi dengan verifikasi KYC ketat dan audit real-time via platform NFTVerify.gov.md.
Keunikan proyek ini terletak pada utility eksklusif. Pemilik paspor NFT level “Gold” dapat klaim tanah virtual di platform metaverse nasional MoldovaMeta, sedangkan level “Platinum” berhak ikut lelang aset BUMN yang di-tokenisasi. Moldova juga rancang MoldovaCoin, mata uang digital untuk transaksi di ekosistem NFT mereka.
Tantangan utama datang dari fluktuasi harga kripto dan ancaman peretasan. Pada November 2024, grup hacker DarkWolf bobol sistem hadiah NFT, curi data 150 pemilik. Meski demikian, Moldova optimistis proyek ini akan tambah PDB sebesar 5% pada 2025.