Pemerintah China menggelar pameran keliling keamanan nasional di Xinjiang sejak 10 Oktober 2024, menyasar 12 kota termasuk Urumqi dan Kashgar. Inisiatif Kementerian Keamanan Nasional ini menyajikan edukasi melalui simulator VR, game interaktif, dan replika 4D, menarik 480.000 pengunjung dalam 30 hari pertama.
Tim kurator merancang 15 zona tematik yang menggunakan teknologi augmented reality (AR) untuk memvisualisasikan kasus keamanan nyata. Misalnya, pengunjung dapat memindai QR code di replika dokumen rahasia untuk melihat animasi konsekuensi kebocoran data. Survei resmi menunjukkan 85% peserta menilai metode ini lebih menarik daripada seminar konvensional.
Warga Urumqi, Aisajan Yiming (42), mengaku terkesan dengan simulasi cyber security: “Saya mencoba game Firewall Defender yang mengajarkan cara mengidentifikasi phishing email. Sistem skor real-time ini membuat belajar jadi kompetitif.”
Pemerintah Xinjiang mengintegrasikan feedback pengunjung via aplikasi SafeXJ. “Kami menganalisis 12.000 saran harian untuk memperbarui konten pameran,” ujar Koordinator Edukasi, Liu Wei. Teknologi AI menyesuaikan materi edukasi dengan profil pengunjung—pelajar mendapatkan konten berbasis animasi, sementara lansia menerima simulasi kasus penipuan telepon.
Pameran ini melibatkan 2.000 polisi lokal sebagai pemandu. Brigadir Zhang Tao menjelaskan: “Kami menggunakan alat haptic glove yang memungkinkan warga merasakan getaran saat simulasi gempa bumi untuk latihan evakuasi.”
Kementerian merencanakan perluasan ke Tibet dan Mongolia Dalam setelah mencatat penurunan 40% kasus kejahatan siber di wilayah pameran. Menteri Keamanan Nasional Chen Yixin menyatakan: “Kami mentransformasi edukasi keamanan dari konsep abstrak menjadi pengalaman multisensor yang melekat.”
Dengan mengombinasikan teknologi mutakhir dan partisipasi aktif warga, pameran ini menjadi model inovasi edukasi publik yang mengubah kesadaran keamanan nasional menjadi aksi kolektif.